5 Kriteria Bisnis Startup Untuk Mendapatkan Investor Asing

5 Kriteria Bisnis Startup Untuk Mendapatkan Investor AsingMerintis usaha sendiri dengan menjadi wirausahawan atau mendirikan startup memang gampang-gampang susah. Tapi bisnis startup yang kini mulai berkembang di Indonesia punya banyak kesempatan untuk menjadi besar berkat bantuan dana dari investor asing. Jika Anda adalah salah satu perintis usaha startup yang ingin menjalin kerjasama dengan para investor ini, Anda harus punya 5 kriteria bisnis startup untuk mendapatkan investor asing seperti berikut:

1. Track record baik
Layaknya meminjam dana di bank, sebuah bisnis startup haruslah memiliki rekam jejak yang baik. Hal ini sekaligus menjadi keunggulan yang dapat menarik minat investor asing untuk mendanai perusahaan Anda. Seorang investor akan sangat hati-hati mengucurkan dananya. Mereka akan melihat bagaimana anda berkomunikasi, dan seberapa kredibelnya bisnis Anda untuk konsumen.
Pendiri Monk Hill Ventures, Stefan Jung, mengatakan bahwa ia akan tertarik pada sebuah startup, apabila bisnis tersebut dapat menjelaskan visinya dengan baik. Apa yang dilakukan sebelumnya dan apa saja pencapaiannya? Ini menjadi portfolio penting bagi investor asing.

2. Revolusioner
Selain track record yang mengagumkan, sebuah bisnis haruslah memiliki visi ke depan. Ia harus bisa memahami pasar dan memprediksi apa yang akan terjadi pada bisnisnya di 5 tahun ke depan. Seorang wirausaha juga harus memiliki rencana jangka pendek dan panjang serta melakukan inovasi untuk kelangsungan produk atau jasa mereka.

3. Berwawasan Global, Bertindak Lokal
Meski pendukung dananya berasal dari luar negeri, tak lantas menerapkan sistem internasional dalam bisnis Anda. Anda harus memiliki peta tujuan yang menjadi solusi lokal. Sebuah startup pun harus pandai beradaptasi dengan perubahan yang semakin lama semakin cepat. Menurut Wilson Cuaca, co-founder East Venture, pasar lokal membutuhkan pendekatan lokal. Oleh karena itu, sebuah bisnis harus menjaga nilai lokal tersebut meski konsumennya diarahkan ke pasar global.

3. Fokus pada tujuan
Tak ada yang lebih penting daripada ini. Semakin banyak ide, akan semakin susah untuk dijalankan. Alangkah lebih baik jika sebuah startup berfokus pada sebuah tujuan dan mengembangkan cara untuk mencapai goal tersebut. Sebuah bisnis dinilai kompeten apabila visi, misi dan inovasinya berfokus pada satu arah. Lagi-lagi menurut Wilson, seorang pebisnis haruslah berfokus kepada pekerjaannya dan bukan menjadikan bisnis tersebut sebagai sampingan. Tidak ada investor asing yang mau mendanai bisnis yang dijalankan secara setengah-setengah.

Berguna bagi masyarakat
Sebuah startup tak harus memiliki ide brilian ataupun menggunakan metode mutakhir untuk mendapatkan suntikan dana dari investor. Muncul dengan pemikiran sederhana namun dapat membantu masyarakat luas dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari, itu saja sudah cukup.

Salah satu contoh bisnis startup yang sukses mendapat dana investor asing contohnya adalah Bukalapak dan Tokopedia. Kedua startup yang fokus dalam bisnis marketplace ini lahir akibat banyaknya keluhan tentang maraknya tipu-tipu jual beli online. Dari pemikiran sederhana, muncul ide bagaimana aplikasi tersebut dapat menghubungkan pembeli dan penjual secara aman dan tak ada pihak yang dirugikan. Startup ini berhasil menggaet investor asing yang menggelontorkan dana hingga 1,2 triliun Rupiah! Saat ini, BUkalapak dan Tokopedia telah digunakan oleh banyak komunitas kecil bahkan perusahaan berskala besar.

Bagaimana, apakah bisnis Anda sudah memiliki kriteria di atas?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.