Go-Box, Layanan Kurir Logistik Dari Startup Transportasi Go-jek Indonesia

Go-Box, Layanan Kurir Logistik Dari Startup Transportasi Go-jek IndonesiaSetelah sukses dengan layanan antar jemput dengan sepeda motor hingga pengiriman makanan berbasis aplikasi smartphone, startup bisnis transportasi terkemuka di Indonesia, Go-Jek Indonesia dipastikan akan melanjutkan ekspansinya. Hari Rabu, 7 Oktober 2015 Go-Jek Indonesia secara resmi merambah bisnis logistik dengan merilis layanan jasa antar barang dengan nama Go-Box.

Melalui layanan Go-Box, Go-Jek secara resmi ikut meramaikan bisnis pengiriman logistik di Indonesia. Seperti layanan Go-Jek, Go-Box juga menerapkan sistem kemitraan dalam menjalankan roda bisnisnya. Dengan sistem kemitraan, artinya Go-Box memang tidak memiliki armada sendiri, semuanya tergantung mitra.

Menurut Raditya Wibowo, yang akrab disapa Dito, Head of Go-Box, layanan ini hadir sebagai jawaban dari banyaknya permasalahan yang menyelimuti bisnis logistik di Indonesia. “Go-Box akan memberi solusi bagi para pengguna jasa layanan antar, agar mereka bisa mengirim barang dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Sementara itu Nadiem Makarim, CEO PT Go-Jek Indonesia, menerangkan bisnis model yang diterapkan dalam layanan Go-Box, sama dengan Go-Jek.

“Go-Jek sebagai perusahaan startup aplikasi, jadi selama ini kita memang tidak memiliki armada sendiri. Kami hanya menyediakan aplikasi yang diberikan kepada mitra, agar mereka bisa lebih mudah mendapatkan klien,” terang Nadiem Makarim dalam peluncuran Go-Box.

Saat ini Go-Box telah menggandeng 3.500 pemilik angkutan barang yang tersebar di empat kota di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Selain itu, disebutkan pula, Go-Box juga telah memiliki 85 perusahaan logistik yang telah diajak untuk bermitra.

Konsumen di kota-kota besar tersebut sudah dapat menikmati layanan Go-Box, bagi pelanggan yang ingin menggunakan Go-Box dalam mengirim barang, tarifnya dihitung perkilo meter dan disesuaikan dengan tipe kendaraan yang dipilih.

Terkait dengan jumlah armada Go-Box, Raditya Wibowo selaku Head of Go-Box mengatakan, pihaknya menargetkan 5000 armada truk aktif bisa bergabung dengan Go-Box hingga akhir Oktober ini. Sementara terkait dengan metode pembagian pendapatan, Go-Box menerapkan skema antara 15-25% tergantung jarak dan tipe kendaraan.

“Go-Box akan mendapat 15-25 persen jika ada order, sisanya diberikan kepada pemilik kendaraan. Tidak hanya itu, para supir nantinya juga akan mendapat insentif dari setiap order,” papar Dito.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *