Motivasi Bisnis Dari Orang Terkaya di Cina, Jack Ma

Motivasi Bisnis Dari Orang Terkaya di Cina, Jack MaSiapa yang menyangka bahwa CEO Alibaba.com yang juga peringkat ke-7 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes ini dulunya orang miskin? Terlahir di dalam keluarga yang kurang mampu, Jack Ma kerap menghadapi masa sulit saat masih kecil. Untuk ke sekolah, ia harus mengendarai sepeda selama kurang lebih 40 menit setiap harinya. Namun hal itu dilakukannya dengan senang hati.

Jack Ma ingin sekali bisa berbahasa Inggris namun apa daya, ia tak punya cukup uang untuk mengikuti kursus. Tapi pria kelahiran tahun 1964 ini tidak kehabisan ide. Setiap hari, Jack Ma rajin ‘mangkal’ di depan sebuah hotel untuk menjadi tur guide bagi para turis asing yang ingin tahu lebih banyak tentang negerinya. Ia dengan senang hati mengantar mereka ke tempat-tempat wisata secara gratis tanpa biaya. Sebagai gantinya, ia bisa belajar bahasa Inggris dari mereka. Karena bergaul dengan banyak turis internasional, pemikiran Jack Ma jadi terbuka terhadap dunia luar.

Saat itu, negeri tirai bambu sedang gencar-gencarnya menerima investor asing dan internet menjadi sebuah sistem yang penting dalam sebuah bisnis. Menurutnya, kendala yang dihadapi oleh negeri Cina adalah tidak adanya penghubung antara penjual lokal dan pembeli dari luar. Ia pun berpikir bagaimana ia dapat membantu memasarkan barang buatan negerinya ke pasar internasional.
Dengan bermodal 60 juta Dollar hasil uang tabungannya serta bantuan dari beberapa teman, Jack Ma pun mendirikan situs startup Alibaba.com. Alibaba merupakan sebuah perusahaan startup marketplace yang mengusung visi penting, yakni membantu konsumen dan produsen memperoleh barang yang diinginkan. Dalam sekejap, Alibaba.com sudah menduduki posisi kedua sebagai portal retailer terbesar di dunia setelah Wal-Mart.

Di setiap seminar atau wawancara, Jack Ma tak segan untuk berbagi ilmu. Menurutnya, banyak orang yang gagal dalam dunia bisnis karena mereka tidak punya cukup nyali untuk bertahan dan membuat gebrakan. Jack Ma menuturkan bahwa sebuah bisnis haruslah mengutamakan konsumen. Ia mengatakan, “Pikirkan apa yang bisa Anda perbuat untuk konsumen? Barulah Anda memikirkan tentang keuntungan.”

“Anda tidak tahu berapa banyak waktu yang saya pikirkan untuk menutup saja bisnis Alibaba ini. Tapi melihat banyaknya warga Cina yang terbantu dengan usaha saya, saya berpikir saya harus tetap bertahan. Dan itu tidak mudah,” tambahnya.

Jack Ma juga mengatakan bahwa akan sangat mudah jika Anda menganalisa sebuah bisnis dari kesuksesannya. Tapi jika Anda ingin berhasil, Anda juga perlu mengetahui mengapa banyak bisnis startup gulung tikar agar Anda tidak melakukan hal yang sama.

Pria yang kini tinggal di Amerika ini menyatakan kekagumannya terhadap generasi muda saat ini. Salah satu alasan mengapa Alibaba bisa jadi besar sampai saat ini adalah karena ia pun belajar dari generasi muda berbakat. Ia banyak mendapat masukan dari mereka. Jack Ma pun menyadari, meski ia lebih berpengalaman di dunia bisnis, namun anak-anak muda sekarang ini jauh memiliki pemikiran yang revolusioner. Dan hal itu perlu ditampung.

Di setiap kesempatan, ia tak pernah lupa untuk memberikan motivasi dan wejangan berharga bagi semua orang yang ingin memulai bisnisnya. Jack Ma mengatakan, “Anda harus memiliki perilaku positif di setiap kesempatan. Kesulitan apapun yang terjadi di masa mendatang, Anda harus selalu terbuka terhadap perubahan dan selalu bekerja dengan penuh semangat positif.” itulah motivasi bisnis dari orang terkaya di Cina, Jack Ma.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.