Wujudkan Proyek Kreatif Startup Dengan Crowdfunding

Wujudkan Proyek Kreatif Startup Dengan Crowdfunding

(c). kickstarter.com

Crowdfunding atau biasa juga disebut dengan istilah crowd financing, equity crowdfunding, atau hyper funding adalah usaha penggalangan dana secara kolektif dari seseorang atau sekelompok melalui jaringan internet untuk mendukung sebuah project atau bisnis yang diinisiasi oleh seseorang atau sekelompok orang lainnya. Crowdfunding dapat dimanfaatkan untuk mendukung banyak ragam kegiatan, mulai dari donasi penanggulangan bencana alam, citizen journalism, kampanye politik, pendanaan perusahaan startup, pembuatan film hingga sesederhana pembuatan software gratis dan penelitian ilmiah. Anda juga bisa wujudkan proyek kreatif startup dengan crowdfunding.

Sistem crowdfunding telah menjadi metode alternatif untuk meningkatkan usaha pencarian dana untuk proyek komersial maupun kegiatan sosial secara masif dan terstruktur. Dipopulerkan pertama kali oleh Kickstarter.com di Amerika, melalui crowdfunding ini, baik pebisnis maupun pemilik proyek ide kreatif bisa menarik perhatian orang banyak dengan cara menawarkan proposal mereka di website tersebut, sehingga setiap orang bisa membaca proposal tersebut lalu kemudian bila tertarik, dapat berkontribusi dalam pendanaan, mulai dari tahap terkecil hingga tahap investasi lanjutan pada proyek tersebut. Setiap proposal yang ditawarkan memiliki target funding tersendiri yang dipublikasikan secara fair dan transparan.

Dalam perkembangannya, crowdfunding dewasa ini memiliki berbagai macam model, diantaranya:

  • Equity-Based Crowdfunding menerapkan pola donate for equity, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa equity (persentase kepemilikan suatu perusahaan, yang biasanya dalam bentuk saham – SIN).
  • Donation-Based Crowdfunding menerapkan pola donate for tangible, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa hal-hal non-monetary seperti diskon voucher tertentu, t-shirt, CD pra rilis, atau produk yang sudah jadi.
  • Debt-based Crowdfunding menerapkan pola donate for financial return, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa keuntungan finansial tertentu.

Ide bisnis pendanaan dengan crowdfunding ini kemudian menjadi salah satu situs yang dianggap ‘seksi’ oleh kalangan pebisnis dan pelaku kreatif. Setelah Kickstarter.com, kemudian muncul pula situs CircleUp.com dan Fundable.com yang juga sukses mendapat animo positif dikalangan penggunanya. Misalnya sebanyak 12 proposal proyek film yang diunggah ke situs Kickstarter.com berhasil diselesaikan dan telah dipertontonkan pada Tribeca Film Festival 2012, sedangkan CircleUp.com menjanjikan hak dividen terhadap proposal perusahaan yang dibantu investasi awalnya, lalu Fundable.com mampu melewati target pendanaan produk yang diunggah pada situsnya yang pada awalnya ditargetkan mencapai $10,000, ternyata bahkan tembus hingga $14,000.

Bagaimana dengan Indonesia? Tak kalah dengan perkembangan diluar, Indonesia juga memiliki situs crowdfunding sejenis karya anak bangsa. Salah satunya adalah situs wujudkan.com yang didirikan sejak Februari 2012 oleh Mandy Marahimin, produser dan aktivis perfilman Indonesia. Situs ini awalnya dibuat karena melihat minimnya perkembangan industri kreatif di Indonesia. Menurut Mandy, industri kreatif di tanah air tidak didukung oleh publik sendiri. Konsumen hanya dijejali karya-karya yang cenderung bernilai bisnis.

“Melalui situs ini, semua orang bisa memilih untuk memberikan dukungan kepada karya-karya yang mereka inginkan terwujud. Semua orang bisa terlibat aktif dan bukan hanya menjadi konsumen pasif,” kata Mandy menjelaskan misi utama dari wujudkan.com.

Wujudkan.com pun telah berhasil mewujudkan banyak proposal proyek – proyek kreatif yang diunggah pada situs. Beberapa diantaranya, karya arsitektur – Atap Untuk Rumah Uay, modul pendidikan animasi – Banyu dan Elektra Menyalakan Kota, film non-naratif – Epic Java, dan film drama layar lebar yang diproduseri Mira Lesmana – Atambua 39C.

Anda seorang startup yang punya ide cemerlang namun terhalang oleh faktor pendanaan? Mungkin dengan adanya situs-situs crowdfunding ini bisa jadi jalan alternatif yang efektif untuk bisa segera merealisasikan gagasan anda jadi sebuah karya nyata. Silakan coba. (kaskus/thelannister)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *